Kegiatan Seminar Parenting di SMAS Nurul 'Ilmi
Padangsidimpuan dengan tema "Parenting Gen Z dan Alpha: Menavigasi Tantangan Pengasuhan Remaja
di Era Digital untuk Anak Lebih Mandiri dan Berkarakter" telah dilakasanan
pada Sabtu, 5 September 2026 bertempat di Aula Kampus Aufa Royhan
Padangsidimpuan. Kegiatan ini dihadiri oleh orangtua siswa kelas X TP
2026/2027. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi
orang tua mengenai karakteristik psikologis, pola pikir, dan kebutuhan
emosional Generasi Z dan Alpha. Selain itu, melalui kegiatan ini juga mengedukasi
orang tua tentang strategi digital parenting, batas pengawasan yang sehat,
serta perlindungan anak dari bahaya ekosistem digital sehingga tercipta
sinergi yang kokoh (triple helix education) antara sekolah, orangtua,
dan masyarakat dalam mengawal tumbuh kembang siswa.
Kepala SMAS Nurul 'Ilmi Padangsidimpuan Elfira Rosa Nasution, S.Pd pada sambutannya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara sekolah dan orangtua. "Sekolah akan berusaha memaksimalkan pendidikan dan pembentukan karakter siswa, tetapi nilai yang ditanamkan di sekolah akan semakin kuat jika mendapat dukungan dari orangtua di rumah", ujar Bu Rosa.
Pada
kesempatan kali ini pembicara yang diundang sebagai pemateri adalah
Ibu Dr. Dewi Fitriana, M.Psi.,Psikolog yang berprofesi sebagai dosen di
UIN Imam Bonjol Sumatera Barat, Psikolog, Konsultan dan juga Trainer. Beliau
menjelaskan pentingnya peran orangtua dalam mendampingi anak remaja yang tumbuh
di era digital. Pola pengasuhan orangtua saat ini adalah membangun kesadaran
anak sehingga anak memiliki pilihan hidup dan bertanggung jawab atas pilihan yang
diambilnya.
“Pola asuh
harus diubah dari sebelumnya kontrol penuh di orangtua menjadi kolaborasi
antara anak dan orangtua”, ujar Dewi di awal pemaparan materinya. Sedangkan untuk
tantangan pemakaian HP, orangtua memiliki 5 strategi yaitu kesepakatan, menggunakan
screen time, menyediakan kompetitor HP yaitu kegiatan di dunia nyata, konsekuensi
yang jelas dan keteladanan. “Kelas X fase dimana siswa mengenali minat dan
bakat, mengekspolari pengalaman dan mengarahkan studi dan karir. Pada fase ini
orangtua tidak berperan sebagai penentu tunggal tetapi sebagai coach dan
pendukung utama”, tutupnya mengakhiri penyampaian materi.