Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi Siswa SMAS Nurul Ilmi Padangsidimpuan

Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini mengusung tema “Think, Research, Create: Menumbuhkan Budaya Riset dan Inovasi di Kalangan Pelajar”, pada 24 Oktober 2026 dipusatkan di Laboratorium Fisika SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan dengan tujuan mengasah pola pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan siswa menghasilkan karya ilmiah.

Kepala Divisi Bidang Pendidikan YPI BM Muda Nurul 'Ilmi, Budi Suherman, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitar merupakan modal awal bagi siswa untuk melahirkan gagasan penelitian yang bermanfaat. “Pelajar perlu dibiasakan mengamati berbagai persoalan, mencari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menemukan solusi melalui proses penelitian,” ucapnya.

Kepala SMA Swasta Nurul ‘Ilmi Padangsidimpuan yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nurasyiah, Spd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengoptimalkan potensi akademik peserta didik. "Penguatan keterampilan menulis dan penelitian diharapkan dapat mendorong siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan ide serta menghasilkan karya yang orisinal," tuturnya. "Pelatihan KTI ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kritis dalam berpikir, kreatif dalam berkarya, serta solutif dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat", tambahnya mengakhiri sambutannya.

Untuk memperdalam pemahaman siswa dalam menyusun karya tulis ilmiah secara sistematis dan terukur, pihak sekolah menghadirkan akademisi UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Ahmad Afandi, S.E., M.E., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Ahmad Afandi menjelaskan. Tentang dasar-dasar penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah. Materi yang disampaikan meliputi penentuan fokus masalah, perumusan pertanyaan penelitian, penyusunan latar belakang, pengembangan kajian teori, hingga pemahaman metodologi penelitian dasar.

Ia juga mendorong siswa agar tidak memandang penelitian sebagai sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, penelitian sederhana dapat dimulai dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.  

Melalui penelitian, siswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar asumsi. Keterampilan ini sekaligus menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan derasnya arus informasi di era digital.